Pembaptisan
Deskripsi blog
RENUNGAN
Br Gerardus Weruin, MTB
1/17/20263 min read


Pembaptisan Tuhan
Saudari- Saudara yang dikasihi Yesus Kristus Tuhan kita
Minggu ini pesta Pembaptisan Tuhan. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Pesta Pembaptisan Yesus ini maka berakhirlah masa Natal. Pembaptisan Yesus mau menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya sekadar solider dengan kita umat manusia, tetapi seluruh dunia dibersihkan-disucikan; kita menerima pengampunan dosa dan dibersihkan dengan air dan Roh. Air di sungai Yordan kagum, merpati menjadi saksinya, dan terdengar suara Bapa, “Inilah PuteraKu tercinta.” Pembaptisan sebagai manifestasi kemuliaan Kristus di tepi Sungai Yordan, di mana Bapa, Putra, dan Roh Kudus menyatakan diri secara nyata. Dengan Pembaptisan, Yesus memulai tugas perutusan dari Bapa mewartakan kabar gembira kepada orang sederhana, menghibur yang patah hati, pembebasan bagi tawanan, penebusan bagi yang terkurung dan tahun rahmat telah datang (Yesaya 61:1-2a).
Yesaya 42:1-4,6-7 mengajak kita merenungkan Yesus sebagai Hamba Tuhan yang dipilih, yang diurapi untuk misi keselamatan, serta implikasinya bagi baptisan kita sebagai anak-anak Allah. Yesaya menggambarkan Hamba Tuhan yang lembut namun teguh: "Ini adalah hamba-Ku yang Kusangga, pilihan-Ku, yang kepada-Nya jiwaku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasNya; Ia akan membawa keadilan bagi bangsa-bangsa." Ia tidak berteriak di jalanan, tidak mematahkan buluh yang memar, melainkan membawa keadilan dengan setia. Potret Yesus yang datang ke Yordan adalah rendah hati dan rela berdiri di antara orang berdosa. Apakah kita seperti Hamba ini, melayani dengan kelembutan di tengah dunia yang keras, rela berdiri bersama mereka yang lemah-miskin?
Matius 3:13-17 menceritakan Yohanes Pembaptis membaptis Yesus. "Segera setelah dibaptis, Yesus keluar dari air. Pada saat itu langit terbuka dan Roh Kudus turun ke atas-Nya seperti burung merpati. Dan suara datang dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.” Ini adalah epifani Trinitas: Bapa berbicara, Putra dibaptis, Roh Kudus turun. Paus Yohanes Paulus II melihatnya sebagai permulaan pelayanan publik Yesus, di mana Ia memenuhi Kehendak Bapa sepenuhnya. Paus Benediktus XVI menambahkan bahwa baptisan ini membuka surga bagi kita, menjadikannya jembatan harapan dan pintu menuju Allah. Kita diingatkan saat kita dibaptis - air yang membersihkan, minyak yang mengurapi, dan panggilan menjadi "anak yang dikasihi".
Kisah Para Rasul 10:34-38 Petrus berbicara kepada Kornelius, menegaskan bahwa "Allah telah mengurapi Yesus dari Nazaret dengan Roh Kudus dan kuasa; Ia berjalan berkeliling berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dijahati oleh Iblis, karena Allah bersama-Nya. Setiap orang yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran, memberitakan damai sejahtera berkenan kepadaNya, karena Dia Tuhan dari semua orang. " Hal ini menghubungkan baptisan dengan misi Yesus diurapi untuk berbuat baik bagi semua, untuk menyatakan identitas Yesus sebagai Mesias. Paus Fransiskus mengaitkannya hal itu dengan harapan baru seperti orang banyak yang datang ke Yordan, kita dipanggil untuk pertobatan dan pembaruan batin. Suara ini bergema di Yordan, di mana Tuhan bersemayam sebagai Raja abadi. Ini mengingatkan kita pada suara Bapa dibaptisan Yesus, yang menggetarkan ciptaan dan hati nurani kita. Paus Benediktus XVI menggambarkan baptisan sebagai tindakan kerendahan hati Yesus, yang memilih hidup sederhana untuk memenuhi rencana Bapa.
Pembaptisan Yesus bukan sekadar nostalgia, melainkan panggilan konkret. Paus Yohanes Paulus II mengajak kita: Cari Tuhan selagi Ia dapat ditemukan, karena dalam baptisan kita bertemu Kristus secara pribadi, dimasukkan ke dalam misteri kematian dan kebangkitan-Nya. Di zaman kita yang penuh distraksi-media sosial, kesibukan kerja-biarkan baptisan menjadi sumber kekuatan. Apakah saya membiarkan Roh Kudus turun seperti merpati, atau saya memadamkan-Nya?
Pembaptisan Yesus adalah prafigurasi baptisan kita: Ia membuka surga dan menjadikan kita anak-anak Allah. Kita dipanggil meniru kerendahan hati-Nya, hidup dalam Roh Kudus, dan melayani sebagai saksi Mesias. Pembaptisan Tuhan adalah tindakan kasih ilahi yang merendahkan diri, mengungkap misteri Trinitas dan misi keselamatan. Yesus dibaptis bukan karena kebutuhan, melainkan demi kita—untuk menyucikan, memberi contoh, dan menebus. Air bah mematikan, tetapi air di Sungai Yordan membersihkan, menghidupkan, dan menyelamatkan. Mari kita memaknai baptisan kita sebagai panggilan dan perutusan untuk "memenuhi semua kebenaran Firman Tuhan" dalam hidup sehari-hari. Semoga, ya semoga Tuhan memberkati. Selamat pesta Pembaptisaan Tuhan Pace e Bene…. *** Br. Gerardus Weruin, MTB, Minggu 11 Januari 2026.