MENGERTIKAH KAMU?
Renungan ini mengajak kita memahami tindakan Yesus pada malam perjamuan terakhir dan meneladani tindakan Yesus dalam hidup kita sehari-hari.
RENUNGAN
Br. Gerardus Weruin, MTB
3/31/20262 min read


Mengertikah Kamu?
Bapa, ibu, sdr, sdri anak-anak yang dikasihi Yesus Kristus Tuhan kita
Pada perjamuan malam terakhir, Yesus mengajukan pertanyaan yang mengguncang para murid: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?” Pertanyaan ini bukan sekadar meminta jawaban intelektual, tetapi mengundang kesadaran batin. Dalam terang Keluaran 12:1-14, makan bersama dalam perayaan Paskah adalah tindakan iman: umat Israel makan domba Paskah sebagai tanda keselamatan, sebagai kenangan akan pembebasan dari perbudakan di Mesir. Makan bukan hanya kebutuhan jasmani, melainkan tindakan simbolik yang mengikat Israel sebagai umat yang diselamatkan. Maka, arti makan bersama dalam Keluaran adalah peristiwa iman, peristiwa pengenangan Tuhan lewat mereka diselamatkan, sekaligus peristiwa perutusan. Kita diutus mewartakan Tuhanlah yang menyelamatkan hidup kita.
Dalam 1 Korintus 11:23-26, Rasul Paulus menegaskan kembali makna perjamuan (makan-minum bersama) itu: roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Aku.” Maksud makan dan minum bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan perpisahan yang menghadirkan kehadiran diri. Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya dalam kekosongan, tetapi justru memberi diri-Nya sebagai santapan rohani. Makan dalam konteks perpisahan menjadi tanda cinta yang total: Yesus memberi diri sampai titik darah yang terakhir. Perpisahan Yesus bukan akhir, tetapi merupakan awal persekutuan yang lebih dalam—persekutuan yang hidup dalam setiap Ekaristi. Dalam Ekaristi kita berkumpul makan bersama, menimba kekuatan dan keselamatan dari Yesus-kita berjumpa dengan Yesus dalam wujud roti dan anggur sebagai makanan rohani-jiwa.
Sementara, Injil Yohanes 13:1-15 membawa kita lebih jauh. Yesus tidak hanya memberi roti dan anggur sebagai makanan rohani, tetapi juga Ia membasuh kaki para murid. Ia mengambil posisi seorang hamba-pelayan. Di sinilah pertanyaan itu kembali menggema: “Mengertikah kamu?” Membasuh kaki adalah simbol kerendahan hati, pelayanan, dan kasih yang tanpa syarat serta memberi diri secara total. Yesus mau menunjukkan bahwa perjamuan tidak bisa dipisahkan dari pelayanan. Menerima Tubuh dan Darah-Nya berarti siap merendahkan diri, mengasihi, dan melayani sesama, bahkan dalam hal-hal yang paling sederhana dan tersembunyi. Pelayanan kita bukanlah pencitraan diri melainkan penyerahan diri kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Dalam hidup konkret, kita makan bersama sering kali menjadi momen yang terlupakan. Kita sibuk, makan sendiri-sendiri, bahkan tanpa relasi. Padahal, makan bersama adalah tanda kebersamaan, rekonsiliasi, dan kasih. Demikian pula, “membasuh kaki” hal ini bisa berarti kesediaan untuk melayani, mengampuni, berdamai yang selama ini berkonflik-beda paham, dan peduli pada yang kecil dan tersisih. Di meja perjamuan Tuhan menyiapkan makanan-minuman untuk kita semua pendosa agar selamat. Yesus juga memberi perintah baru untuk saling mengasihi, seperti Dia mengasihi, kitapun saling mengasihi (Yoh.13:34) itulah ciri murid Yesus- lahirlahlah hukum "Cinta Kasih." Yesus memberi contoh membasuh kaki, maka kita pun membasuh kaki saudara-saudari kita.
Kamis Putih mengingatkan kita: apakah kita sungguh mengerti apa yang Yesus lakukan itu? Jika mengerti, kita tidak hanya menerima, tetapi juga melakukan. Kita dipanggil untuk menjadikan hidup kita sebagai roti yang dipecah-pecahkan dan kasih yang merendahkan diri bagi sesama. Mari kita jadikan momen makan bersama sebagai pelayanan satu sama lain, sama rasa (berempati) dan peduli yang berkekurangan dengan saling berbagi. Ingatlah pesan Yesus, "Kamu menyebut AKU Guru dan Tuhan, AKU telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamupun berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." Semoga, ya semoga Tuhan memberkati Pace e Bene... Salve. (Selamat memaknai Tri hari Suci-Kamis Putih).
Kontak Jejakku ...
WA 081352245577-
Email brgerard6368@gmail.com