
GEMBALA YANG BAIK & PINTU HIDUP
Renungan ini mengajak kita membenahi diri agar lebih banyak mendengarkan suara Gembala yang baik dan masuk melewati Pintu Hidup serta mengikuti pola hidup Sang Gembala yang baik.
RENUNGAN
Br. Gerardus Weruin, MTB
4/26/20262 min read


GEMBALA YANG BAIK & PINTU HIDUP
Saudari Saudara yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus
Pekan IV Paskah merupakan hari Minggu Panggilan. Gereja mengajak kita mendengarkan panggilan Yesus di tengah “keramaian suara” zaman sekarang. Gereja mengajak kita berani merespons dengan hidup yang nyata, yakni mengikuti Gembala yang benar, dan menjadi saksi lewat ketekunan melakukan yang baik. Zaman sekarang ada banyak suara yang menyamar sebagai gembala dan pintu-pintu yang menawarkan kesuksesan, kenyamanan dan kemapanan hidup, tetapi tidak menjamin kehidupan kekal. Di Minggu Panggilan ini, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik dan Pintu kehidupan. Gembala dan Pintu merupakan kata sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah kita mengerti dan paham maksud Yesus tersebut?
Dalam Injil Yohanes (10:1-10) menceritakan sebuah metafora kehidupan ada kandang, domba-domba, pintu (kandang), gembala dan padang rumput. Semuanya ini mempunyai relasi yang integral dan sangat ekologis. Yesus adalah Gembala yang baik. Gembala mengenal domba-dombanya, menjaga dan merawat (memperhatikan), mencari yang hilang dan memberikan nyawa (berkorban) bagi domba-dombanya. Beda dengan gembala palsu, ia datang sebagai pencuri, perampok, tipu daya dan kekerasan, bahkan membunuh dan membinasakannya. Gembala yang baik akan berbaring di pintu masuk kandang, sehingga domba-domba yang keluar masuk akan melewati Dia.
Tidak semua “Pintu” menuju hidup itu benar, ada yang menipu kita. Yesus menegaskan bahwa “Akulah pintu domba-domba itu” dan “Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan…dan akan menemukan padang rumput.” Pencuri datang hanya untuk merampas, mencuri membunuh, dan membinasakan. Akan tetapi, Gembala yang baik datang untuk memberi hidup: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam kelimpahan.”
Kita hidup di era modern ini ada banyak “pintu” seperti tren cepat, kepastian palsu, jalan pintas, juga “keselamatan instan” di layar digital yang sering membuat kita semakin dangkal dan kosong. Yesus menawarkan sesuatu yang justru berlawanan dengan budaya serba cepat-instan, yakni mengenal & mendengarkan suara-Nya, masuk lewat pintu-Dia, lalu bertumbuh menjadi hidup yang militan. Tentang hal ini, Santo Petrus menulis bahwa kita dipanggil bukan hanya saat nyaman, tetapi juga ketika harus bertahan melakukan yang benar - “Jika kamu menanggungnya ketika berbuat baik dan menderita karenanya, itulah yang disukai Allah.” Selanjutnya, “Kamu memang telah dipanggil… sebab Kristus telah menderita demi kamu, meninggalkan teladan agar kamu mengikuti jejak-Nya.” Bahkan “jejak” itu bukan teori, melainkan pola hidup Kristus, yaitu “Ia tidak melakukan dosa ketika dianiaya, Ia tidak membalas ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi mempercayakan diri-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil.” Pola hidup ini yang menggambarkan Kristus itu Gembala yang baik dan Pintu hidup kita.
Pola ini menarik karena orang mudah mengira panggilan itu sebatas “menjadi religius-imamat” (imam, biarawan dan biarawati). Padahal, inti panggilan, yaitu baik imam, biarawan-biarawati maupun awam, kita semua mau mengikut Gembala yang baik sampai cara kita bereaksi pun berubah—dari membalas dendam menjadi mengasihi; dari menyerah pada luka-derita menjadi mempercayakan diri pada Allah. Pola hidup dari Gembala yang baik jelas, sehingga perlu dipromosikan. Promosi tidak harus diwujudkan dalam bentuk aksi panggilan, tetapi dengan teladan hidup (kata-kata yang ramah dan sopan, mendengarkan, hadir - tinggal bersama dan mau berkorban-melayani).
Di Minggu Panggilan ini, mari kita belajar membenahi hidup sesuai dengan pola Gembala yang baik dan Pintu hidup kekal. Suara-suara dunia semakin bising dan pintu-pintu terbuka menawarkan kepalsuan hidup, apakah kita berani mendengarkan suara-suara keluhan, jeritan, anak zaman ini dan dari pintu ke pintu menawarkan pola hidup Gembala yang baik? Memang berat, tapi tidak ada jalan lain selain ikut menderita bersama Gembala karena dibalik penderitaan kita akan memperoleh kemuliaan (dibangkitkan Yesus-Gembala yang baik). Jika kita belum mampu berbuat baik, minimal tidak berbuat jahat karena untuk itulah kita dipanggil mengikuti Gembala yang baik. Tuhan Yesus, bukakan telingaku agar mengenal suara-Mu. Jadikan aku bagian dari orang-orang yang masuk melalui Pintu-Mu dan berikan keberanian untuk mengikuti teladan-Mu yang baik, sampai hidupku membawa kelimpahan. Amin. Semoga ya semoga Tuhan memberkati shalom… Pace e Bene.
Kontak Jejakku ...
WA 081352245577-
Email brgerard6368@gmail.com